Selamat datang di blog ini

Selamat datang di blog ini

Jumat, 15 April 2011

Cerita Harimau dan Burung Gagak


PERSHABATAN HARIMAU DAN BURUNG GAGAK

Dikisahkan pada zaman dahulu ada persahabatan yang kokohn antara Harimau dan Burung Gagak. Setiap saat mereka selalu menghabiskan waktu bersama-sama. Hubungan silaturahim antara mereka cukup baik sehingga nampaklah kokoh dan abadi selamanya sebagai sahabat.
Pada suatu pagi, Harimau ingin mengundang sahabatnya Si Burung Gagak untuk makan siang bersama. Harimau mendatangi rumah Si Burung Gagak yang letaknya tdak jauh dari rumahnya. Setelah sampai di depan rumah Harimau pun mengucapkan salam,” Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.” Dari dalam rumah terdengar jawaban,”Wa’alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuh,”yang tidak lain adalah suara Si Burung Gagak. Kemudian Si Burung Gagak mempersilahkan Harimau masuk ke dalam rumahnya. ” Mari masuk sahabatku!”
”Terima kasih,” jawab Harimau.
”Wahai sahabatku, ada maksud apa engkau datang kemari?” tanya Si Burung Gagak
”Aku bermaksud mengundangmu untuk makan siang bersama di rumahku. Aku akan memasakanmu masakan yang lezat dan pasti kau suka,” kata Harimau. Kemudian Si Burung Gagak menjawab,”Dengan senang hati Harimau, aku pasti datang. Engkau memang sahabatku yang paling baikti.” Selanjutnya Harimau langsung berpamitan untuk pulang ke rumahnya sebab harus segera memepsiapkan makanan yang akan dihidangkan untuk sahabatnya.
Waktu makan siang pun telah tiba. Dan Burung Gagak pun hampir tiba di rumah Harimau. Dari kejauhan sudah tercium bau harum masakan Harimau. ”Hmm, alangkah enaknya bau masakan ini,” ucap Si Burung Gagak. Kemudian setelah sampai di rumah Harimau Si Burung Gagak mengucap salam. Kemudian dijawab Harimau sambil membukakan pintu dan mempersilahkan masuk Burung Gagak.
”Silakan duduk sahabatku!” kata Harimau
”Terima kasih,” jawab Burung Gagak
”Tunggu sebentar ya! Saya ambil dulu masakannya. Sudah siap koko...,” kata Harimau
Dari dapur Harimau membawa makanan yang terbuat dari daging yang dimasak lezat sekali. Potongan daging terlihat agak besar-besar sesuai dengan mulut Harimau yang lebar. Ia menaruhnya di sebuah piring yang ukuranya besar dan lebar sekali. Dan diajaknya Burung Gagak untuk menyantapnya bersama.
Si Burung Gagak mematuk-matuk daging yang ada di piring dengan paruhnya yang panjang. Tetapi paruhnya tidak dapat menggigit daging tersebut. Potongan daging terlalu besar tidak sesuai dengan paruh Burung Gagak. Tak jarang kepalanya terantuk piring. Si Burung Gagak pun nampak mulai lesu dan malas. Dalam hatinya timbul pikiran bahwa dirinya sedang dikerjai Harimau sahabatnya yang selama ini baik padanya.
Sementara itu Harimau dengan lahapnya, terus menghabiskan makanan yang ada dalam piring tersebut. Setelah habis ia berkata kepada Burung Bangau,”Menyenangkan sekali dapat makan siang bersamamu Burung Gagak sahabatku, saya berharap kta bisa makan bersama-sama lagi.”
”Oh, tentu. Terima kasih atas jamuannya. Kuharap anda tidak keberatan saya undang untuk makan siang di rumah saya, Harimau sahabatku,” jawab Si Burung Gagak.
”Dengan senang hati, pasti saya akan datang,” jawab Harimau mantap.
Keesokan harinya Harimau pergi ke rumah Burung Gagak. Setibanya di rumah Burung Gagak ia mencium ia mencium bau masakan yang sangat lezat. Hatinya senang sekali karena akan memperoleh jamuan makan yang lezat dari sahabatnya Si Burung Gagak. Dalam hatinya berkata,”Wow, masakan apa ini, kok baunya menyengat dan harum sekali.”
Setelah dipersilakan masuk dan duduk di ruang makan, dengan sabar harimau menunggu Burung Gagak mempersiapkan jamuannya. Burung Gagak menaruh masakannya dalam pot yang bermulut sempit jika dibandingkan cakar dan kepala Harimau. Setelah hidangan siap Burung Gagak mempersilakan tamunya untuk menyantapnya.
”Mari disantap kawan!” ajak Burung Gagak sambil mempersilakan.
”Baiklah sahabat,” jawab Harimau.   
Harimau berusaha memasukan cakarnya ke dalampot tersebut, namun tidak juga dapat meraih makanan lezat tersebut. Kemudian dia berusaha memasukan mulutnya, namun tetap tidak bisa karena begitu sempitnya mulut pot tersebut. Cuma hidungnya saja yang dapat mencium harum masakan Si Burung Gagak.
Sedangkan Burung Gagak dengan lahap menyantap masakannya. Karena paruhnya tidak begitu besar sehngga dengan mudah mematuk makanan yang ada di dalam pot itu. Ketika masakan sudah habis, Si Burung gagak berkata pada Harimau,”Gembira sekali bisa makan siang bersama anda sahabat, semoga kita dapat mengulang kembali masa-masa yang menyenangkan ini.”
Namun apa yang terjadi dengan Harimau. Ia merasa malu dan menuduh S Burung Gagak menyepelekan dan menghina dirinya. Hingga terjadilah pertengkaran sengit dan saling menuduh satu sama lain. Dan keduanya saling menyatakan bahwa hubungan silaturahim dan persahabatan mereka putus. Bahkan kini mereka adalah musuh bebuyutan.
Demikianlah kisah yang kita sesalkan kejadiannya. Berawal dari hal-hal sepele sampai hubungan silaturahim yang begitu akrab dapat terputus. Padahal memutuskan tali silaturahim adalah dosa. Dan berarti memutuskan rahmat Allah SWT. Pikirkan lebih dahulu apa yang akan kita lakukan dan apa yang akan kita perbuat dengan sahabat kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar